KH Raden Asnawi Kudus

Kudus, 1861-1959 Dalam membangun suatu apapun tak luput dengan yang namanya pemeran didalamnya, seperti halnya dalam organisasi, baik dalam organisasi dalam skala kecil maupun besar. Didalam organisasi skala kecil saja bisa membutuhkan tokoh yang tak sedikit apalagi dalam organisasi dalam skala besar bahkan terbesar pasti ada pemeran yang banyak didalamnya. Tapi terkadang karena sangking banyaknya pemeran, membuat kita tak mengetahui tokoh-tokoh yang ikut andil dalam organisasi tersebut karena mungkin tokohnya tidak menonjol, walupun jasanya tak bisa dipandang...

Selanjutnya

Desa Wisata di Tabanan

Di mata dunia, Bali merupakan daerah kunjungan wisata yang sudah dikenal dan melekat dalam ingatan. Wisatawan mancanegara terkadang lebih mengenal nama Bali daripada nama Indonesia. Maka, tak...

SastraEmbun Aura Jiwa

Tak Sedingin Rasa Ini

Tak Sedingin Rasa Ini

Jemari kabut di musim kemarau usap pipi dalam alun lembut berirama. Tersangkut di alis & bulu mata mengganggu kerjap namun dinikmati sebagai berkah. Meski tidur bertekuk tubuh didekap lengan yang dinginnya menusuk tulang....

Jalan Buntu

Jalan Buntu

Menemukan sosok yang jarang ditemui di belantara desa di Kabupaten Trenggalek adalah sesuatu. Ada banyak penulis-penulis yang tumbuh dari alam lingkungan yang penuh rasa batin itu. Rerata mereka mengikuti pelatihan-pelatihan yang dibimbing oleh...

NADA KEHIDUPAN

NADA KEHIDUPAN

Ketika perasaan hampa melanda hidup, aku pun tak tahu, arah mana yang ingin kulalui. Hanya lagu-lagu yang menemani dan untaian-untaian kalimat indah yang terlontar dari orang-orang cerdas, yang hatinya dekat kepada Sang Pencipta....

BAYANGAN SEMU

BAYANGAN SEMU

bayanganmu terus membekas ku coba tuk terus menghilang semakin ku menghilang semakin tampak semu bayangan katakan hati yang lucu rindu yang tak menahu haru yang membiru sakit yang menbuntu apakah ini bentuk kekuasaan...

OrganisasiWadah Untuk Mencapai Tujuan

Kyai Idham Chalid, Politisi Yang Pantas Dicontoh Generasi Sekarang

"sebagai seorang pemuda Islam kita harus mempunyai batin yang kuat. Perang sekarang tidak hanya perang senjata, tetapi juga perang batin. Senjata yang bagaimana juapun lengkapnya kalau batinnya bobrok, tidak ada artinya. Tetapi meskipun hanya dengan parang bungkul kalau batin kuat, kemenangan akhir pasti tercapai.” (Idham Chalid, Borneo Simboen, 24 Juli 1945, h.2.). itulah kata-kata penyemangat Kyai Idham untuk menyemangati para pemuda-pemuda untuk terus berjuang khususnya kepentingan agama dan negara. Pada era milenial sekarang mungkin sudah banyak yang...

Selanjutnya

PesantrenTradisi dan Agama

PemberdayaanPotensi

UmumSekitar Kita

KononKisah dan Dongeng

RekamLiput

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.