Madu Ruqyah Al Hafidz

Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy).

Kategori: Tag: , , , ,

Deskripsi

Bicara tentang penyakit memang nggak akan pernah ada habisnya. Serangkaian teknologi modern berupaya meneliti dan mengembangkan pengobatan untuk berbagai penyakit yang saat ini tumbuh seperti jamur di musim hujan. Mulai dari sekedar gigitan tom cat, sejenis serangga yang hidup di sawah. Sekali gigitan bila terlambat penanganannya bisa fatal akibatnya mulai bengkak melepuh dan menyebar kemana-mana. Atau yang saat ini dianggap pembunuh nomor satu di dunia yaitu penyakit jantung.

Kesembuhan dengan madu

Walau bagaimanapun juga seorang muslim tentu akan kembali pada fitrahnya. Allah SWT telah menunjukkan dengan jelas manfaat madu sebagaimana firmanNya “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,’ kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”(Quran Surat An-Nahl Ayat 68-69)

Bagaimana Rasulullaah Muhammad saw begitu luar biasa memberikan resep ampuh mengobati penyakit. Pertama dengan madu sebagaimana sabda beliau, “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)”, HR Al-Bukhari No. 5681/Fat-Hul Baari X/137. Lihat bab “Beberapa manfaat madu”. Zaadul Ma’aad IV/50-62 dan juga ath-Thibbu minal Kitaab was Sunah, karya al-‘AllamahMuwaffaqidun ‘Abdul Lathif al-Baghdadi, hlm 129-139, dalam Yazid bin Abdul Qadir, Do’a dan Wirid: Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut al-Quran dan as-Sunah, (Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2005), hlm 418-419. Di ambil dari situs https://ganaislamika.com.

Mari kita bahas sejenak masalah Ruqyah

Ar-ruqa’ (اَلرُّقَى) adalah bentuk jamak dari kata ruqyah (رُقْيَةٌ). Artinya adalah do’a perlindungan yang biasa dipakai sebagai jampi bagi orang sakit. Do’a itu bisa berasal dari Al-Qur-an atau As-Sunnah

Aisyah radhiyallahu ‘anha  berkata,

”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meniupkan kepada dirinya (bacaan) mu’awwidzatain (yaitu surat Al-Falaq dan An-Naas, pen.) ketika sakit yang menyebabkan beliau meninggal dunia. Ketika beliau sudah lemah, maka saya meniupkan (bacaan) mu’awwidzatain untuknya dan saya mengusap dengan menggunakan tangan beliau, karena mengharapkan berkahnya.” (HR. Bukhari)

Madu Ruqyah Al Hafidz adalah madu mentah (raw honey), belum di proses pasteurisasi dan filterisasi mikro sehingga khasiat, vitamin dan nilai gizinya masih utuh alami. Secara medis mampu mengobati panas dalam, gangguan lambung, tifus, asma, asam urat. Menormalkan syaraf dan tekanan darah.  Menambah vitalitas dan menyembuhkan penyakit kronis lainnya.

Yang bikin orang ngantri memesan madu ini adalah keberkahannya. Para hafidz Al Qur’an berkumpul melakukan ruqyah sebelum madu ini dikemas secara masal, untuk membantu menyembuhkan penyakit non medis seperti gangguan jin, sihir, galau dan resah, ketakutan yang berlebihan serta membantu pengobatan kecanduan narkoba.

Untuk mendapatkan produk yang istimewa dengan harga terjangkau ini dan produk herbal lainnya anda cukup menghubungi nomor WA ini wa.me/6285931148880 atau wa.me/6281332788173. Semuanya persembahan terbaik Dapoer Komplit untuk anda.